Spiritualitas Inkarnatif Gereja Berbasiskan Semangat Multikulturalisme: Sebuah Kajian Femenologis dari Sudut Pandang Antropologis-Teologis
DOI:
https://doi.org/10.33991/epigraphe.v7i1.250Abstract
Artikel ini berfokus pada kajian tentang pembentukan Gereja Indonesia yang semakin inkarnatif berbasiskan semangat multikuturalisme. Model kajiannya dikerjakan dengan menggunakan metode fenomenologis dari sudut pandang antropologis-teologis. Dari kajian ini, saya menemukan bahwa inkarnasi Kristus sebagai manusia sebenarnya memiliki pengaruh budaya, di mana ia dibentuk dan turut serta membentuk serta mentransformasikan budaya lewat nilai-nilai keselamatan yang dibawanya kepada masyarakat di mana ia hidup dalam sejarah. Pembentukan Gereja inkarnatif di Indonesia terinspirasi dari peristiwa Inkarnasi Kristus Sendiri, di mana Gereja sebagai anggota Kristus sekaligus tetap memposisikan kehadiran dirinya sebagai anggota dari suatu budaya dan ia mewartakan Kristus itu pula lewat bahasa budaya yang berbeda beda dari anggota-anggotanya. Model kehadiran Gereja semacam tadi akan memberikan dampak moral, spiritual, dan politik, di mana nilai-nilai kultural dari berbagai kelompok di negara Indonesia akan diakui secara setara. pengakuan akan kesetaraan ini bertujuan untuk mengurangi tindakan radikal dan diskrimatif, yang kerap terjadi di Indonesia terhadap subkultural-subkultural minoritas. Tindakan diskrimatif yang berujung pada kekerasan telah menghancurkan martabat mereka sebagai manusia dan sebagai anak-anak Allah. Dengan menawarkan semangat humanisasi dan divinisasi yang dibawa oleh Kristus dalam inkarnasi, diharapakan dapat pula meningkatkan nilai harkat dan martabat manusia Indonesia di masa kini dan di masa yang akan datang.Â
References
Daftar Pustaka
Arevalo, Teologi Inkulturasi. Ernest Mariyanto (Penterj.). Dalam Bina Liturgi I Inkulturasi oleh KWI. Jakarta: Obor, 1990, 1-6.
Duffy, Regis A. A Roman Catholic Theology of Pastoral Care. USA: Fortress Press, 1983.
Dokumen Konsili Vatikan II. Nostra Aetate. R. Hardawiryana (Penterj.) Jakarta: Obor, 2009.
Firmanto, Antonius Deny. Eklesiologi. Malang: Widya Sasana Publicaton, 2020.
Kansil, C.S. & Julianto, Sejarah Pejuangan Pergerakan Kebangsaan Indonesia, Jakarta: Erlangga, 1984.
Kymlicka, Will. Kewargaan Multikutural, Edlina Hafmni Eddin (penterj.). Jakarta: LP3ES, 2002.
Kleden, Ignas. Sikap Ilmiah dan Kritik Kebudayaan. Jakarta: LP3S, 1987.
Leenhouwers, P. Manusia dalam Lingkungannya: Refleksi Filsafat Tentang Manusia. Jakarta: Gramedia, 1970.
Leirissa, R.Z. Sejarah Masyarakat Indonesia 1900-1950. Jakarta: Akademika: Presindo, 1985.
Niebuhr, Richar. Kristus dan Kebudayaan. Yayasan Satya Karya (penterj), Jakarta: Petra Jaya, 1995.
Putranto, Hendar. Ideologi Pancasial Berbasis Multikulturalisme. Jakarta: Mitra Wacana Media, 2016.
Pandor, Pius. Matra-Matra Filasafat Sosial. Malang: Widya Sasana Publication, 2016.
Parekh, Bhiku. Rethinking Multiculturalism: Keberagaman Budaya Dan Teori Politik. Yogyakarta: Kanisius, 2008.
Riyanto, Armada. Metodeologi: Pemantik dan Anatomi Riset Filosofis Teologis. Malang: Widya Sasana Publication, 2020.
_______ Katolisitas Dialogal. Yogyakarta: Kanisius, 2014.
Sudiarsa, Raymundus. Antropologi I: Mempelajari Manusia dan Kebudayaannya. Malang: Widya Sasana Publication, 2007.
Ubaedillah, A dan Abdul Rozak. Pancasila, Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani. Jakarta: Kencana, 2015.
Ujan, Bernadus Boli. Penyesuaian dan Inkulturasi. Dalam Jurnal Masalah Pastoral, Vol. No. 1, 2012, 15-37.
Usop, Tari Budayanti. Kajian Literatur Metodologi Penelitian Fenenologi dan Etnografi. Dalam Jurnal Jurnal Perspektif Arsitektur UGM, 2018, 1-10.
Wijaya, Y B. Magun. Gereja Diaspora. Yogyakarta: Kanisius, 1999.
Internet
Http://Pidato.Net/4403, Soekarno-1-juni-1945, diunduh pada 23 April 2020.








