Etika Siber dan Formasi Iman di Ruang Digital: Integrasi Pemikiran Charles Ess dalam Pendidikan Agama Kristen Berbasis Daring

Penulis

  • Desy Irawaty Santoso Universitas Kristen Indonesia
  • Halim Wiryadinata Universitas Kristen Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33991/epigraphe.v9i1.501

Kata Kunci:

Charles Ess; Christian religious education; cyber ethics; etika siber; faith formation; formasi iman; pendidikan agama Kristen

Abstrak

This study aims to explore Charles Ess’s theoretical framework regarding how discourse shapes ethics in the digital sphere. The acceleration of digitalization has altered human attitudes and behaviors, producing a modern identity that transcends conventional boundaries within the Internet of Things. The increasing detachment of these behavioral shifts from moral and ethical foundations calls for meaningful dialogue in Christian religious education. The core argument of this research is that Ess’s concepts offer a valuable ethical and spiritual discourse for guiding behavior in digital contexts. By employing a literature-based method as a secondary data source, this study constructs a logical framework to support its claims. The findings suggest a dialogical encounter between Charles Ess’s ideas and Christian spiritual values within religious education, which contributes to the construction of an ethical approach to digitalization. In conclusion, this dialogical space enables Christian values to catalyze the emergence of ethical norms within the educational framework.

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini yaitu menjelaskan konsep pemikiran Charles Ess sebagai diskursus pembangunan etika di ruang digital. Perkembangan dan pertumbuhan digitalisasi mengubah sikap dan perilaku manusia menuju manusia modern tanpa memiliki batas di ruang internet of things. Pergeseran perilaku manusia tidak memiliki batas dan nilai, sehingga mengundang pendidikan agama Kristen untuk berdialog. Argumentasi studi ini yaitu konsep Charles Ess memberikan discourse etika dan nilai spiritual dalam membentuk sikap dan perilaku pengguna Internet of Things. Untuk menjawab dan mendukung argumentasi tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode kepustakaan sebagai sumber sekunder dalam membangun logika berpikir. Hasil dari studi ini menunjukkan adanya hubungan antara pemikiran Charles Ess dan nilai spiritual Kristiani dalam pendidikan agama Kristen untuk menciptakan etika dalam dunia digital. Kesimpulannya, ruang dialog memberikan tempat bagi nilai Kristiani untuk menjadi pemicu terciptanya etika dalam bingkai pendidikan.

 

Referensi

Amrudddin, tri siwi Agustina, Ni Gusti Ayu Lia Rumayani, Kori Puspita Ningsih, Sisika Wulandari, Ira Yuniati, Sari Mujiani, et al. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Edited by Fatma Sukmawati. Sustainability (Switzerland). Vol. 11. Pradina Pustaka, 2022. https://repository.itspku.ac.id/306/1/Naskah-Metodologi Penelitian Kuantitatif-sudah isbn.pdf.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian, Edisi Revisi 2010: Suatu Pendekatan Praktek. Cet. ke-15. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.

Boiliu, Fredik Melkias. “Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Dalam Keluarga Di Era Digital.” TE DEUM (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan) 10, no. 1 (2020): 107–119.

Boiliu, Noh Ibrahim. “Sumbangsih Filsafat Bagi Pendidikan Agama Kristen Di Indonesia.” Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 1, no. 2 (2016): 1–27.

Bora, Merliana Ina, and Wahyu Irawati. “Kajian Etika Kristen Terkait Peran Guru Dalam MenerapkanPendidikan Karakter Untuk Mengatasi Kemerosotan Karakter Siswa Di Era Digital ( A Study Of Christian Ethic Related To The Teacher’s Role In Implementing Character Education To Overcome Character Decl.” JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education 6, no. 2 (2022): 222–237.

Cendana, Wiputra, Chandra Han, Indra Praja Kusumah, Neneng Andriani, and Tobian Habel Pesik. “Pelatihan Merancang Pembelajaran Yang Alkitabiah Di Sekolah Presbiterian Bali.” Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 5, no. 1 (2025): 328–333.

Creswell, John W, and J David Creswell. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage publications, 2017.

Ess, Charles. Digital Media Ethics. Third. Cambrige, UK: Polity Press, 2020.

Ess, Charles. “Ethical Pluralism and Global Information Ethics.” Ethics and Information Technology 8 (2006): 215–226.

Ess, Charles. “New Selves, New Research Ethics.” Internet research ethics (2015): 48–76.

Ess, Charles. “The Embodied Self in a Digital Age.” Nordicom information 32, no. 2/3 (2010): 105–118.

Ess, Charles Melvin. “Can We Say Anything Ethical about Digital Religion? Philosophical and Methodological Considerations.” new media & society 19, no. 1 (2017): 34–42.

Gupta, Sambhav, Nishant Mudgal, and Rishabh Mehta. “Analytical Study of IoT as Emerging Need of the Modern Era.” In 2016 3rd International Conference on Computing for Sustainable Global Development (INDIACom), 233–235. IEEE, 2016.

Heluka, Elly, and Nelci Mbelanggedo. “Pendidikan Agama Kristen Di Era Society 5.0: Mengembangkan Literasi Digital Berbasis Nilai-Nilai Kristiani Bagi Peserta Didik.” Imitatio Christo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 1 (2025): 76–92.

Herlina, Noviyanti, and Andar Gunawan Pasaribu. “Desain Pengembangan Kurikulum Dan Perencanaan PAK Keluarga Untuk Anak Usia Dini Berbasis Nilai-Nilai Kristiani Di Era Digital.” Jurnal Christian Humaniora 9, no. 1 (2025).

Hutauruk, Ahmad Fakhri. “Digital Citizenship: Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Sejarah Di Era Global.” Historis: Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Sejarah 2, no. 2 (2018): 1–6.

Lamy, Robin Goodfellow and Marie-No¨ elle. “Learning Cultures in Online Education.” 15–29. Continuum International Publishing Group, 2009.

Legi, Hendrik, and Devarsh Gevariel Dean Legi. “Menguatkan Spiritualitas Generasi Alpha Melalui Pendidikan Agama Kristen Yang Kontekstual.” Jurnal Ap-Kain 3, no. 1 (2025): 32–47.

Legi, Ribka Esther, Yopi Baleona Tolego, Anatje Ivone Sherly Lumantow, and Jelty Juriaty Rumetor. “Pendidikan Agama Kristen Dewasa: Tantangan, Strategi, Dan Implikasi Bagi Pengembangan Spiritualitas Dalam Konteks Sosial-Budaya Modern.” Jurnal Teologi Injili 5, no. 1 (2025): 38–56.

Luciano Floridi. The Ethics of Information. 1st ed. Vol. 1. United Kingdom: Oxford University Press, 2013. https://courses.ntua.gr/pluginfile.php/149343/mod_resource/content/1/INFORMATION ETHICS.pdf.

MacIntyre, Alasdair. After Virtue. A&C Black, 2013.

Maulidiyah, Eka Cahya. “Penanaman Nilai-Nilai Agama Dalam Pendidikan Anak Di Era Digital.” Martabat 2, no. 1 (2018): 71–90.

Noddings, Nel. “Caring: A Relational Approach to Ethics and Moral Education (Updated).” Berkeley, CA and Los Angeles: University of California Press (Original work published 1984) (2013).

Nuh, Semion, I Putu Ayub Darmawan, and Edi Sujoko. “Implementasi PAK Konteks Gereja Di GKII Tandang, Semarang.” Pengarah: Jurnal Teologi Kristen 1, no. 1 (2019): 59–70.

Nur Arifin. Pendidikan Karakter Di Era Digital. Edited by Tahta Media. Tahta Media, 2025. https://tahtamedia.co.id/index.php/issj/article/view/1386/1376.

Paembonan, Y M. “Peran Pedagogik Dan Kompetensi Spiritual Guru PAK Dalam Peningkatan Spiritualitas Naradidik.” Lentera Nusantara 2, no. 1 (2022): 18–37.

Pane, Piter Boy. “Pendidikan Agama Kristen: Landasan Dan Prinsip Dalam Alkitab.” Jurnal Excelsior Pendidikan 6, no. 1 (2025): 82–90.

Prang, Stella Lady, and Talizaro Tafonao. “Pendidikan Agama Kristen Dalam Masyarakat Majamuk: Prinsip-Prinsip Untuk Mewujudkan Harmoni Dan Toleransi.” MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen 4, no. 1 (2025): 32–46.

Prianto, Agus, and Firman. “Penguatan Literasi Digital Kaum Muda, Menjawab Tantangan Dunia Kerja Masa Depan: Sebuah Telaah Kritis.” Jurnal Pendidikan Ekonomi, Kewirausahaan, Bisnis, dan Manajemen 5 (2021).

Reportal, Data. “Digital 2024 Global Overview Report. We Are Social & MeltWater,” n.d. https://datareportal.com/reports/digital-2024-global-overview-report.

Sari, Komala, and Flory Anita Sari. “Peran Konseling Kristen Dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa IAKN Di Palangkaraya.” EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 3, no. 2 (2025): 123–137.

Sari, Sioratna Puspita, and Jessica Elfani Bermuli. “Etika Kristen Dalam Pendidikan Karakter Dan Moral Siswa Di Era Digital [Christian Ethics in Teaching Character and Moral for Students in the Digital Era].” Diligentia: Journal of Theology and Christian Education 3, no. 1 (2021): 46.

Schuurman, Egbert. “Responsible Ethics for Global Technology.” Axiomathes 20, no. 1 (2010): 107–127.

Singh, Akhil Kumar, and Hari Narayanan V. “Embodied Education: A Pathway towards More Integrated Learning.” Contemporary Education Dialogue 18, no. 2 (2021): 202–225.

Tanasyah, Yusak, and Bobby Kurnia Putrawan. “Integrasi Iman Dan Pembelajaran: Membentuk Kerangka Berpikir Alkitabiah Bagi Pendidik Kristiani.” Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, Dan Pendidikan 6, no. 1 (2022): 29–39.

Wahyuni, Esa Nur, and Khairul Bariyyah. “Apakah Spiritualitas Berkontribusi Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa?” Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia 5, no. 1 (2019): 46–53.

Wiryadinata, Halim. “A Shifting Capital of Religious Education in the Digitalization Era.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 5, no. 2 (2023): 140–154.

Diterbitkan

2025-05-29

Cara Mengutip

Santoso, D. I., & Wiryadinata, H. (2025). Etika Siber dan Formasi Iman di Ruang Digital: Integrasi Pemikiran Charles Ess dalam Pendidikan Agama Kristen Berbasis Daring. EPIGRAPHE (Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani), 9(1), 113–124. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v9i1.501

Terbitan

Bagian

Articles