Membangun Identitas Diri dalam Terang Iman: Panduan Teologis bagi Generasi Muda

Authors

  • Yakobus Petly Simbong Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest, Tangerang
  • David Hizkia Tambajong Sekolah Tinggi Teologi Internasional harvest
  • Petrus Hutabarat Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang

Keywords:

Kata Kunci, Partisipasi, Kemandirian, Personal, Finansial, Keuskupan Agung Ende

Abstract

Identity crisis represents one of the most significant psychological and spiritual challenges confronting young people in the digital era, where the formation of selfhood is increasingly shaped by social media validation, comparison culture, and conformity pressures. This article aims to theologically examine how Christian faith offers an alternative framework for constructing a robust and psychologically-spiritually healthy self-identity. Employing a qualitative library research method, this article investigates the concept of identity from Reformed and Evangelical theological perspectives, particularly the notion that authentic human identity is rooted in one's status as the image of God (imago Dei) and in relationship with Christ, rather than in achievement, social acceptance, or externally constructed self-image. The study further explores the practical implications of this theology of identity for Christian religious education, pastoral care, and the spiritual formation of young people within both church and educational institutions. Findings indicate that faith-based identity formation can serve as a foundation for psychological resilience, mental health, and character maturity among young people amid the disruptions of digital culture. The article recommends that churches and Christian educational institutions develop formation approaches that intentionally guide young people toward discovering and grounding their identity in the light of God's Word.

 

Abstrak

Krisis identitas merupakan salah satu tantangan psikologis dan spiritual yang paling signifikan dihadapi oleh generasi muda di era digital, di mana pembentukan jati diri semakin dipengaruhi oleh validasi media sosial, budaya perbandingan, dan tekanan konformitas. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis bagaimana iman Kristen menawarkan kerangka alternatif dalam membangun identitas diri yang kokoh dan sehat secara psikologis-spiritual. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi pustaka (library research), artikel ini menelaah konsep identitas dalam perspektif teologi Reformed dan Injili, khususnya gagasan bahwa identitas sejati manusia berakar pada status sebagai gambar Allah (imago Dei) dan pada relasi dengan Kristus, bukan pada pencapaian, penerimaan sosial, atau citra diri yang dikonstruksi secara eksternal. Kajian ini juga mengeksplorasi implikasi praktis dari teologi identitas ini bagi pendidikan agama Kristen, pendampingan pastoral, dan pembinaan rohani generasi muda di gereja maupun lembaga pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan identitas berbasis iman dapat menjadi fondasi bagi ketahanan psikologis, kesehatan mental, dan kedewasaan karakter generasi muda di tengah disrupsi budaya digital. Artikel ini merekomendasikan agar gereja dan lembaga pendidikan Kristen mengembangkan pendekatan pembinaan yang secara intensional mengarahkan generasi muda untuk menemukan dan mengokohkan identitas mereka dalam terang firman Tuhan.

References

Albertus Ary Dianto, Aries Heru Prasetyo. 2021. Pemodelan Alokasi Keuangan Kolekte Minggu dalam Meningkatkan Kekuatan Keuangan Paroki Di Keuskupan Agung Jakarta. Jurnal Manajemen Vol. 18 No. 2 November 2021.

Bagiyowinadi, F.X. Didik. 2008. Siap Menjadi Pengurus Lingkungan. Obor, Jakarta.

Hardawiryana, R (terj.). 2004. Dokumen Konsili Vatikan II. Dokpen KWI dan Obor, Jakarta.

Jacobs, Tom. 1987. Gereja Menurut Konsili Vatikan II. Kanisius, Yogyakarta.

Junaidi. 2021. Kemandirian Gereja menuju Gereja yang Sejahtera. Vol. 1. No.1. Prosiding Seminar Nasional STT Sumatera Utara.

Konferensi Waligereja Indonesia. 1996. Iman Katolik: Buku Informasi dan Referensi. Kanisius dan Obor, Jakarta danYogyakarta.

Moleong, L. 2019. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mukese, John Dami. 2014. Komunitas Basis Gerejawi. Nusa Indah, Ende.

Pandego, Higianes Indro. 2020. Gereja Umat Allah sebagai Komunio Partisipatif (Refleksi Yuridis-Pastoral atas KHK 1983, Kan. 204-207). Logos Jurnal Filsafat-Teologi, Vol. 17. No. 2, Juni 2020.

Prasetya, L., 2015. Menjadi Pengurus Lingkungan: Enjoy Aja. Kanisius, Yogyakarta.

Puspas KAE. 2015. Mengenang Amanat Musyawarah Pastoral VI tahun 2010 Keuskupan Agung Ende. Puspas KAE, Ende.

Sukestiarno. 2021. Metode Penelitian Pendidikan. Semarang: Alem Print.

Published

2023-11-30

How to Cite

Simbong, Y. P., Tambajong, D. H., & Hutabarat, P. (2023). Membangun Identitas Diri dalam Terang Iman: Panduan Teologis bagi Generasi Muda. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 7(2). Retrieved from https://stttorsina.ac.id/jurnal/index.php/epigraphe/article/view/485

Issue

Section

Articles