Kasih yang Tidak Menyimpan Kesalahan: Implikasi Teologis terhadap Rekonsiliasi Gereja di Era Masa Kini

Authors

  • Sugito Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia, Semarang

DOI:

https://doi.org/10.33991/epigraphe.v9i2.432

Keywords:

Christian love; church conflict; church reconciliation; contemporary theology; forgiveness; kasih Kristen; konflik gerejawi; pengampunan; rekonsiliasi gereja; teologi kontemporer

Abstract

Love is the core of Christian theology, serving not only as a Christian teaching but also as the ethical and practical foundation of church life. However, in today's church, the concept of love often loses meaning, especially when the church faces internal conflicts. The tension between the teaching of love that does not hold grudges and church practices that tend to perpetuate conflict reveals theological issues that have not been adequately addressed. The phenomenon of church divisions and conflicts exacerbated by digital culture shows that churches often find it difficult to live out reconciliation rooted in Christian love. This study aims to analyze the theological implications of the concept of love that does not hold grudges for the practice of church reconciliation in today's context. The research method is a qualitative literature review, which concludes that God's love that does not hold grudges is the theological foundation for relational and transformative Christian reconciliation. Reconciliation is understood as a continuous theological process that transcends pragmatic conflict resolution. The implications of liberating love demand a renewal of church practices oriented toward the restoration of relationships.

 

Abstrak

Kasih merupakan inti teologi Kristen yang tidak hanya berfungsi sebagai ajaran kekristenan, tetapi juga sebagai dasar etis dan praksis kehidupan gereja. Namun, dalam realitas gereja masa kini, konsep kasih sering kali mengalami reduksi makna, terutama ketika gereja berhadapan dengan konflik internal. Ketegangan antara ajaran kasih yang tidak menyimpan kesalahan dan praktik bergereja yang cenderung memelihara konflik menunjukkan adanya persoalan teologis yang belum terjawab secara memadai. Fenomena perpecahan gereja dan konflik yang diperkuat oleh budaya digital memperlihatkan bahwa gereja kerap kesulitan menghidupi rekonsiliasi yang berakar pada kasih Kristiani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi teologis dari konsep kasih yang tidak menyimpan kesalahan terhadap praksis rekonsiliasi gereja di era masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Disimpulkan bahwa kasih Allah yang tidak menyimpan kesalahan merupakan fondasi teologis bagi rekonsiliasi Kristen yang bersifat relasional dan transformatif. Rekonsiliasi dipahami sebagai proses teologis berkelanjutan yang melampaui resolusi konflik pragmatis. Implikasi kasih yang membebaskan menuntut pembaruan praksis gerejawi yang berorientasi pada pemulihan relasi.

 

 

References

Aulu, Ronald Nersada Eryono, dan Stephanie Selan. "Pengorbanan Sejati sebagai Jalan Rekonsiliasi dalam Berelasi dan Berinteraksi: Suatu Perspektif Teologis-Biblis." Jurnal Teologi Injili 3, no. 1 (2023): 50–65.

Banarto, Kris. Menjawab Tantangan Gereja Masa Kini. Yogyakarta: Penerbit Adab, 2024.

Bessie, Barbara Green Winslet, dan Daud Saleh Luji. "Membangun Kerukunan di Tengah Perbedaan: Praktik Resolusi Konflik di Tengah Gereja." Sukacita: Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2, no. 3 (2025): 8–24.

Budiardjo, Tri. Kasih dan Kepedulian: Pemikiran-Pemikiran tentang Teologi Integratif, Pelayanan Holistik, dan Transformasi. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2024.

Cole, Elizabeth A., Valerie Rosoux, dan Lauren Van Metre. "Deepening Understandings of Success and Failure in Post-Conflict Reconciliation." Peacebuilding 10, no. 4 (2022): 357–367.

Dudukano, Mila, Purnama Pasande, dan Junni Yokiman. "Dari Perselisihan Menuju Pemulihan." Jurnal Misioner 5, no. 1 (2025): 44–62.

Fauubun, Margaretha Sara, et al. "Etika Kekristenan yang Berakar dalam Kasih: Analisis Teologi Sistematis Efesus 4:1–32." Kharismata: Jurnal Teologi Pantekosta 7, no. 2 (2025): 211–228.

Gosianes, Nuh, dan Paulus Oktaniscaya Mendrofa. "Teologi Modern di Era Digital: Tantangan dan Peluang dalam Perspektif Teologi Injili." Jurnal Transformasi Pendidikan Berkelanjutan 6, no. 2 (2025).

Green, Clifford. Karl Barth: Teolog Kemerdekaan: Kumpulan Cuplikan Karya Karl Barth. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997.

Hia, Sozanolo, et al. "Menelaah Penyimpangan 'Pengampunan Dosa' dalam Perspektif Suhento Liauw." Jurnal Teologi dan Pelayanan Kerusso 9, no. 2 (2024): 271–280.

Kaunang, Desly. "Gereja dan Negara di Ruang Publik Minahasa: Analisis Eklesiologi John Howard Yoder dan Konsep Pluralisme Kewargaan terhadap Hubungan Gereja dan Negara di Minahasa." Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies 4, no. 3 (2024): 257–276.

Kotan, Daniel Boli. Katekese Umat dari Masa ke Masa: Jejak Pertemuan Komisi Kateketik Antar-Keuskupan Se-Indonesia. Yogyakarta: PT Kanisius, 2020.

Kurnia, Estheria, dan Yanto Paulus Hermanto. "Kasih, Damai, dan Keadilan sebagai Dasar Etika Demonstrasi dalam Perspektif Kristen." Diegesis: Jurnal Teologi Kharismatika 8, no. 2 (2025): 145–168.

Larosa, Setiaman. "Respons Pendidikan Agama Kristen Berbasis Teologi Publik terhadap Praktik Vigilantisme Digital." Metanoia 7, no. 2 (2025): 100–117.

Ludji, Ferdinand. Menjadi Gereja yang Memberkati. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2020.

Mamahit, Ferry Y. "Berteologi Secara Kontekstual-Injili: Sebuah Pertimbangan Parametris." T.tp.: t.p., t.t.

Mescher, Marcus. "Confronting Ecclesial Sin and Galvanizing a Shared Project for Moral Repair." Estudios Eclesiásticos. Revista de Investigación e Información Teológica y Canónica 100, no. 392 (2025): 157–188.

Nanuru, Ricardo Freedom. Gereja Sosial Menurut Konsep Rasionalitas Komunikatif Jürgen Habermas. Yogyakarta: Deepublish, 2020.

Pakpahan, Binsar Jonathan. "Teologi Ingatan sebagai Dasar Rekonsiliasi dalam Konflik." Diskursus: Jurnal Filsafat dan Teologi STF Driyarkara 12, no. 2 (2013): 253–277.

Parulian, Anita Mariana. "Teologi Kasih dan Rekonsiliasi Antarumat Beragama di Era Society 5.0: Sebuah Pendekatan Humanioristik." Jurnal Nirta: Studi Inovasi 4, no. 1 (2024): 581–589.

Pasaribu, Hery Frans, dan Markus Th. Salib Kristus dalam Perspektif Kristen dan Islam: Sebuah Dialog dalam Membangun Pemahaman Teologis yang Inklusif. Bandung: Penerbit Widina, t.t.

Phiri, Mabvuto Felix. "Re-Membering in Action: Liturgy and Healing of Hurt Memories." Studia Liturgica 50, no. 1 (2020): 101–113.

Riyanto, Fransiskus Xaverius Eko Armada. Teologi Publik: Sayap Metodologi dan Praksis. Yogyakarta: PT Kanisius, 2021.

Ruhulessin, Johny Christian. "Konflik dan Rekonsiliasi Antarjemaat: Sebuah Analisis Teologis." Kurios: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 7, no. 2 (2021): 329–337.

Saputra, Yohanes Chandra Kurnia. "Pelayanan Pastoral sebagai Wujud Kasih Kristiani di Tengah Tantangan Zaman Modern: Menjawab Kebutuhan Spiritual dan Sosial Umat." Jurnal Pelayanan Pastoral (2024): 149–162.

Sarimbangun, Ramli. "Transformasi GMIM dan Rekonsiliasi: Suatu Kajian Teologi-Sosiologi terhadap Penyelenggaraan Pelayanan GMIM Selaku Institusi." Educatio Christi 1, no. 2 (2020): 175–212.

Silaban, Berton Bostang Hamonangan, et al. "Redesain Pembinaan Jemaat dalam Budaya Digital." JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 8, no. 7 (2025): 7577–7583.

Simon, John C., et al. Bisa Dengar Suara Saya?: Ragam Perspektif Teologi Publik atas Perubahan dalam Gereja, Sekolah Kristen, dan Masyarakat Indonesia. Malang: Sekolah Tinggi Teologi Aletheia, 2022.

Siringo-Ringo, Victor M. Teologi Perjanjian Lama: Sejarah, Metode, dan Pokok-Pokok Teologi Perjanjian Lama. Yogyakarta: PBMR ANDI, 2021.

Sitiana, Rapapi Sakoikoi, dan Semuel Linggi Topayung. "Membangun Kepemimpinan Kristen yang Efektif dalam Gereja." Damai: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat 2, no. 2 (2025): 81–94.

Simbolon, Budiono, dan Christine Anastasia Tarigan. "Kajian Biblika Surat 1 Korintus 13:4–13 tentang Kasih dan Implikasinya bagi Generasi Z Masa Kini." Haggadah: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 6, no. 1 (2025): 1–10.

Tahamata, Marfan Ferdinanda, Tony Tampake, dan Agus Supratikno. "Teologi Trauma Berbasis Budaya Orang Basudara bagi Korban Konflik Komunal." Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 9, no. 1 (2024): 69–84.

Tarpin, Laurentius. Kebaruan dan Radikalitas yang Dibawa Yesus: Menggali Pesan Moral dari Khotbah di Bukit dan Perumpamaan-Perumpamaan Yesus. Yogyakarta: PT Kanisius, t.t.

Tuduks, Oholiabs D., dan Ishaya Hassan Maifutuk. "Reconciliation and Healing from New Testament Perspective: Towards a Practical Theological Application to Contemporary Challenges in Nigeria." Journal of Human, Social and Political Science Research (2024): 71–88.

Tumangger, Leo Putra, et al. "Perspektif Jemaat GKPPD Tuhtuhan tentang Mengampuni Pasca Konflik Pembongkaran Gereja." Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 3, no. 4 (2024): 3919–3945.

Waston, Mohamad. Filsafat Post-Truth: Krisis Kebenaran dan Tantangan Rasionalitas di Era Digital. Yogyakarta: Muhammadiyah University Press, t.t.

Woen, Victoria, et al. "Kasih sebagai Dasar dalam Tritugas Gereja: Komunitas Kristen Awal; Pertumbuhan; Pembelajaran; Persekutuan; Ibadah; Amanat Agung; Kesaksian; Isu Sosial; Relevansi; Pelayanan; Perubahan Sosial; Kasih Kristen; Keterlibatan Komunitas; Hubungan Harmonis; Garam dan Terang." Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan 9, no. 1 (2025): 163–172.

Yabes, Panuel, et al. "Teologi dan Etika dalam Dunia Digital: Implikasi Teologis Penggunaan Media Sosial." Journal of Spirituality and Practical Theology 1, no. 2 (2025): 82–90.

Zuhri, Achmad Muhibin. Beragama di Ruang Digital: Konfigurasi Ideologi dan Ekspresi Keberagamaan Masyarakat Virtual. Yogyakarta: Nawa Litera Publishing, 2021.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Sugito. (2025). Kasih yang Tidak Menyimpan Kesalahan: Implikasi Teologis terhadap Rekonsiliasi Gereja di Era Masa Kini. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 9(2), 244–257. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v9i2.432

Issue

Section

Articles