Pemberitaan Injil dengan Tanda-tanda Heran: Eksegesis Markus 16:15-18 dalam Perspektif Pentakostal

Authors

  • Han Denny Harseno Sekolah Tinggi Teologi Tiberias, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.33991/epigraphe.v9i2.550

Keywords:

Mark 16; Pentecost; preaching of the Gospel; signs of astonishment; Markus 16; Pentakostal; pemberitaan Injil; tanda-tanda heran

Abstract

The purpose of this study is to provide an in-depth analysis of the preaching of the Gospel with signs of astonishment based on the exegesis of Mark 16:15-18 from a Pentecostal perspective. This verse has greatly influenced the theology and practice of the church, particularly among Pentecostal churches. By the bibliological descriptive method, through scriptural exegesis, it is found that Mark 16:15-18 records spiritual signs: exorcism, the gift of tongues, divine protection, and healing, which are manifestations of the power of Christ through believers in the context of preaching the Gospel. From a Pentecostal perspective, this verse emphasizes that signs of wonder follow the preaching of the gospel, that certain people received the gift of performing miraculous signs, that signs of wonder continue to this day, and that Christians must be on guard against false signs of wonder.

 

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan analisis mendalam tentang pemberitaan Injil dengan tanda-tanda heran berdasarkan eksegesis Markus 16:15-18 dalam perspektif Pentakostal. Ayat ini sangat memengaruhi teologi dan praktik gereja terutama Gereja-gereja Pentakostal. Dengan metode deskriptif bibliologis, melalui eksegesis nas ditemukan bahwa Markus 16:15-18 mencatat tanda-tanda rohani: pengusiran setan, karunia bahasa roh, perlindungan Ilahi, dan penyembuhan, merupakan manifestasi kuasa Kristus melalui orang percaya dalam rangka pemberitaan Injil. Dari perspektif Pentakostal ayat ini menekankan bahwa: tanda-tanda heran mengikuti pemberitaan Injil, orang-orang tertentu menerima karunia untuk mengadakan tanda-tanda ajaib, tanda-tanda heran masih berlanjut hingga masa kini, dan orang Kristen harus waspada terhadap tanda-tanda heran yang palsu.

References

Adinia Mendrofa. “Analisis Tentang Kesembuhan Ilahi Terhadap Umat Kristen Menurut Lukas 8:40–56.” Haggadah: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2, no. 1 (2021): 87–94.

Amanda Shalomita Christnanda. “Providensia Allah Terhadap Penyembahan Berhala Bangsa Israel Pada Masa Hakim-Hakim (Hak 2:6–23).” IJCE: Inculco Journal of Christian Education 1, no. 1 (2021): 107–117.

Andreas B. Subagyo. Pengantar Riset Kuantitatif & Kualitatif. Bandung: Kalam Hidup, 2004.

Arrington, French L. Doktrin Kristen: Perspektif Pentakosta. Yogyakarta: Andi, 2015.

Chapman, Adina. Pengantar Perjanjian Baru. Edited by Ganda Wargasetia and G. Chapman. Bandung: Kalam Hidup, 2017.

Daniel Sutoyo. “Pelayanan Kuasa Mujizat Yesus Sarana Pemberitaan Injil.” Jurnal Antusias 2, no. 4 (2013): 1–11. https://www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/antusias/article/view/21.

Danny Gandahanindija. “Telaah Kritis Teologi Injil Markus 16:15–18 Tentang Meminum Racun Sebagai Bukti Keimanan Orang Percaya.” Sesawi: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 9, no. 1 (2019): 15–24.

Donald C. Stamps. Alkitab Penuntun: Hidup Berkelimpahan. Edited by Donald C. Stamps. Malang: Gandum Mas, 2004.

Hasan Sutanto. Perjanjian Baru Interlinear Yunani–Indonesia dan Konkordansi Perjanjian Baru. Vol. 2. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2004.

Heppy Yohanes. “Teologi Misi Pentakosta di Era Postmodern, Disrupsi, dan Era Society 5.0.” Jurnal Pentakosta Indonesia 4, no. 1 (2024): 1–14.

Hermanto, Sri Dwi Harti, and Charisal B. S. Manu. “Providensia Allah di Masa Pandemi Covid-19.” Luxnos 7, no. 2 (2021): 278–287.

Howard Marshall. “Kitab-Kitab Injil dan Kisah Para Rasul.” In Handbook to the Bible: Pedoman Lengkap Pendalaman Alkitab, 555–570. Bandung: Kalam Hidup, 2016.

Imanuel Sukardi. “Mujizat: Antara Bahaya Anti-Supernaturalis dan Fakta Filosofis-Historis.” Temisien: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship 1, no. 1 (2021): 39–49.

Jan S. Aritonang. Berbagai Aliran di Dalam dan di Sekitar Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2016.

Johannis Siahaya and Harls Evan R. Siahaan. “Menggagas Hospitalitas Pentakostal: Membaca Ulang Kisah Para Rasul 2:44–47 di Masa Pandemi.” Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 5, no. 2 (2021): 426–439. https://doi.org/10.30648/dun.v5i2.504.

Made Nopen Supriadi. “Penyembuhan Penyakit: Sebuah Studi Eksegetis Berdasarkan Markus 16:17–18.” Manna Raflesia 4, no. 2 (2018): 153–169.

Octavianus Nathanael and Budiono Simbolon. “Pentingnya Spiritualitas Seorang Hamba Tuhan dalam Pelayanan Pelepasan.” Haggadah: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 2 (2020): 85–86.

Pontas Pardede. Pelayanan dengan Kuasa. Malang: Gandum Mas, 2006.

Sonny Eli Zaluchu. “Metode Penelitian di dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan.” Jurnal Teologi Berita Hidup 3, no. 2 (2021): 257–272.

Subriyanto Subriyanto and Milton Thorman Pardosi. “Analisis Eksegesis Kata Dunamin dalam Markus 6:5 Dikaitkan dengan Pelayanan Yesus dan Pertumbuhan Iman.” JIREH: Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity 7, no. 1 (2025): 217–226.

Sudi Manullang. “Studi Teologis Mengenai Mukjizat Kesembuhan (Sebuah Refleksi dalam Pelayanan Gerejawi).” Te Deum: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan 6, no. 2 (2017): 253–275.

Tjutjun Setiawan. “Iman yang Membuahkan Mujizat Menurut Markus 5:21–42.” Jurnal Teologi RAI 1, no. 2 (2024): 206–218.

Timotius and Andreas Bayu Krisdiantoro. “Kontroversi Konsep Mujizat dalam Teologi John Calvin: Suatu Usaha Rekonstruksi Historis Mujizat.” RERUM: Journal of Biblical Practice 1, no. 2 (2022): 185–199.

Togardo Siburian. “Tinjauan Ulang terhadap ‘Kesembuhan Ilahi.’” Stulos 17, no. 1 (2019): 28–53.

Tutur Parade Tua Panjaitan. “Strategi Penginjilan Barnabas dan Saulus.” Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3, no. 2 (2022): 82–103.

Widian Setiani Zebua. “Signifikansi Karunia Kesembuhan Ilahi dalam Pelayanan Penginjilan Pentakosta.” Lentera Karya: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Sejarah, dan Humaniora 6, no. 4 (2022): 51–58.

Yakub Hendrawan Perangin-angin and Tri Astuti Yeniretnowati. “Bahasa Roh dalam Teologi Pentakosta dan Implikasinya bagi Hidup Orang Percaya.” Veritas Lux Mea: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 2 (2020): 135–146.

Yuliana Banne Karua. “Mukjizat dan Pekabaran Injil: Kajian Hermeneutik Injil Markus 16:17–18 dan Implementasinya bagi Orang Percaya Masa Kini.” Tesis, Institut Agama Kristen Negeri Toraja, 2017.

Yushak Soesilo. “Pengalaman Pribadi dengan Roh Kudus sebagai Indikator Kualitas Pelayanan.” Jurnal Antusias 1, no. 3 (2011): 109–117.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Harseno, H. D. (2025). Pemberitaan Injil dengan Tanda-tanda Heran: Eksegesis Markus 16:15-18 dalam Perspektif Pentakostal. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 9(2), 151–162. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v9i2.550

Issue

Section

Articles