Dari Hafalan ke Habitus: Pierre Bourdieu dan Reformasi Metode Pendidikan Kristiani Sekolah Minggu di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.33991/epigraphe.v7i2.453Keywords:
children's faith education; Christian formation; Craig Dykstra; Dorothy Bass; habitus; Pierre Bourdieu; practices of faith; Sunday School; formasi Kristiani; habitus; pendidikan iman anak; Sekolah MingguAbstract
Sunday School education in Indonesia remains dominated by a cognitivist-transmissive approach that treats Bible verse memorization as the primary indicator of children's faith formation. This article employs library research with a conceptual analysis approach to critique that model, arguing that genuine faith formation is not primarily determined by what children know but by the habitus gradually shaped through repeated communal participation. Drawing on Pierre Bourdieu's concept of habitus as a system of durable dispositions formed through repeated social practice and James K. A. Smith's cultural liturgies, the article argues that children are formed not chiefly through verbal instruction but through what they repeatedly do and inhabit within the faith community. This integration yields a practice-centered formation model characterized by four qualities: participatory, repetitive and consistent, contextual, and incarnational-relational. The article addresses three implementation challenges: cognitive-cultural resistance within church communities, the limited pedagogical capacity of Sunday School teachers, and the diversity of denominational contexts across Indonesia. The evaluative question posed is: "What habitus is actually being formed through our Sunday School practices?"
Abstrak
Pendidikan Sekolah Minggu di Indonesia masih didominasi oleh pendekatan kognitif-transmisif yang menjadikan hafalan ayat Alkitab sebagai indikator utama keberhasilan formasi iman anak. Artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan analisis konseptual untuk mengkritisi model tersebut dan berargumen bahwa formasi iman yang sejati bukan terutama ditentukan oleh pengetahuan yang dimiliki anak, melainkan oleh habitus yang terbentuk melalui keterlibatan berulang dalam praktik-praktik komunal gereja. Bertolak dari konsep habitus Pierre Bourdieu sebagai sistem disposisi yang terbentuk melalui praktik sosial berulang serta gagasan cultural liturgies James K. A. Smith, artikel ini berargumen bahwa anak-anak tidak terbentuk terutama melalui instruksi verbal, melainkan melalui apa yang mereka lakukan dan hidupi secara berulang dalam komunitas iman. Integrasi kedua kerangka ini menghasilkan model practice-centered formation yang bercirikan partisipatif, berulang dan konsisten, kontekstual, serta inkarnasional-relasional. Artikel ini juga mendiskusikan tiga tantangan implementasi: resistensi budaya kognitif, keterbatasan kapasitas pedagogis guru Sekolah Minggu, dan keragaman konteks denominasional di Indonesia. Pertanyaan evaluatif yang ditawarkan adalah: habitus seperti apakah yang sesungguhnya sedang dibentuk melalui praktik Sekolah Minggu kita?
References
Lesmana, Yeffry Hendra, and Djulius Thomas Bilo. “Mengembangkan Kecerdasan Kognitif Anak melalui Kurikulum Pendidikan Agama Kristen.” KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 1, no. 1 (2023): 40–51. https://doi.org/10.71415/jkmy.v1i1.
Simanjuntak, Junihot. Ilmu Belajar dan Didaktika Pendidikan Kristen. Yogyakarta: Penerbit PBMR Andi, 2021.
Dalensang, Remelia, and Melky Molle. “Peran Gereja dalam Pengembangan Pendidikan Kristen bagi Anak Muda pada Era Teknologi Digital.” Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 5, no. 2 (2021): 255–271.
Bourdieu, Pierre. Outline of a Theory of Practice. Cambridge: Cambridge University Press, 1977.
Tatang, Josep, et al. “Peran Logika dalam Tindakan Iman dan Relevansinya dalam Kehidupan Kekristenan.” Journal of Industrial Engineering & Management Research 3, no. 3 (2022): 239–252.
Sonata, Beta Ria. “Religiositas Tanpa Legalitas: Pemaknaan Praktik Keagamaan Berdasarkan Iman Kristiani.” Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 5, no. 1 (2023): 35–49.
Smith, James K. A. Desiring the Kingdom: Worship, Worldview, and Cultural Formation. Grand Rapids: Baker Academic, 2009.
Uriptiningsih, Ana Lestari, Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi, and Carolina Etnasari Anjaya. “Dimensi Meta Learning dalam Transformasi Pendidikan Kristiani di Indonesia.” KURIOS 8, no. 2 (2022): 561–573. https://doi.org/10.30995/kur.v8i2.597.
Daud, Mison Immanuel. Perkembangan Kurikulum Sekolah Minggu Gereja-gereja di Manado. Jakarta: Publica Indonesia Utama, 2022.
Bourdieu, Pierre. The Logic of Practice. Stanford: Stanford University Press, 1990.
Smith, James K. A. Desiring the Kingdom: Worship, Worldview, and Cultural Formation. Grand Rapids: Baker Academic, 2009.
Putra, Adi, and Gunar Sahari. “Penerapan Kepemimpinan Pastoral Yesus Kristus dalam Kitab Injil bagi Sekolah Tinggi Teologi Pelita Dunia.” Manna Rafflesia 7, no. 2 (2021): 279–302.
Smith, James K. A. Desiring the Kingdom: Worship, Worldview, and Cultural Formation. Grand Rapids: Baker Academic, 2009.
Smith, James K. A. You Are What You Love: The Spiritual Power of Habit. Grand Rapids: Brazos Press, 2016.
Simanjuntak, Fredy. “Menelisik Spiritualitas Gerakan Pentakostal-Kharismatik dalam Potret Megachurch di Indonesia.” DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika 6, no. 2 (2023): 86–103. https://doi.org/10.53547/diegesis.v6i2.484.
Hadi, Yohanes Anggi Witono. “Beriman Personal Sekaligus Komunal: Refleksi Kritis Beriman untuk Zaman Sekarang.” Jurnal Teologi 8, no. 1 (2019): 65–84.
Pattianakotta, Hariman. “Becoming Public Congregation: Being Church as Missional, Relational, and Incarnational in the Public Space.” Theologia in Loco 3, no. 1 (2021): 1–24.
van Kooij, Rijn. Bermain dengan Api: Relasi antara Gereja-Gereja Mainstream dan Kalangan Kharismatik dan Pentakosta. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007.
Sianipar, Desi. “Penggunaan Pendekatan Shared Christian Praxis (SCP) dalam Pendidikan Agama Kristen di Gereja.” Jurnal Shanan 3, no. 2 (2019): 115–127.
Singgih, Emmanuel Gerrit. Menguak Isolasi, Menjalin Relasi: Teologi Kristen dan Tantangan Dunia Postmodern. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.
Root, Andrew. The Relational Pastor: Sharing in Christ by Sharing Ourselves. Downers Grove, IL: InterVarsity Press, 2013.
Ngongoloi, James Yaneman, and Saturnina Elisa. “Strategi Guru PAK dalam Pengembangan Kognitif Anak pada Materi Sekolah Minggu.” Jurnal Lentera Nusantara 1, no. 2 (2022): 168–179. https://doi.org/10.59177/jls.v1i2.150.
Daud, Mison Immanuel. Perkembangan Kurikulum Sekolah Minggu Gereja-gereja di Manado. Jakarta: Publica Indonesia Utama, 2022.
Tefbana, Ivana IT, Sarce Rien Hana, Tri Supartini, and Hengki Wijaya. “Kompetensi Guru Sekolah Minggu terhadap Keefektifan Mengajar Anak: Suatu Studi Kuantitatif di Jemaat GPdI El-Shaddai Makassar.” Didache: Journal of Christian Education 1, no. 2 (2020): 205–221. https://doi.org/10.46445/djce.v1i2.360.
Wardhani, Dessy Ari, and Andrias Pujiono. “Pengaruh Tingkat Pendidikan Formal terhadap Kompetensi Mengajar Guru Sekolah Minggu.” Discreet: Journal Didache of Christian Education 2, no. 1 (2022): 10–21. https://doi.org/10.33856/dis.v2i1.65.
Lumintang, Stevri P. N. Bunga Rampai: Moving from Local to Global Connection: Inovasi dan Transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia. 2021.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








